LinksOut

http://bacelzone.com/ http://www.woothemes.com http://www.masterwebnet.com

Trafic

 

Internet Sehat

About Me

Foto Saya
Vapor Voyager Saputra
slamat datang... semoga blog ini dapat bermanfaat bagi anda
Know More...

Followers

Sample Text

Looking for something ?

Tampilkan postingan dengan label tecno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tecno. Tampilkan semua postingan

Sebelas teknologi yang mendekati punah

Written By Vapor Voyager Saputra on 08 November 2010 | Senin, November 08, 2010


Ketika baca judul berita di LiveScience itu, saya sudah menerka teknologi yang masuk kategori “sebentar lagi” alias tak lama lagi tak terpakai. Salah satu tebakan saya adalah telepon rumah yang ternyata betul. Pager (alias beeper) yang saat ini saya kira sudah punah ternyata masih masuk daftar. Yang bikin saya kaget, ada chargerponsel, mouse komputer, dan–ini nih–iPod!
Berikut ini kesebelas teknologi yang didaftarkan Samantha Murphy, penulis senior dari TechNewsDaily.
Gambar: www.privateline.com
  1. Mesin faks. Karena adanya e-mail, ponsel pintar, serta teknologi layar sentuh yang bisa bikin orang membubuhkan tanda tangan digital, mesin faks pun tergusur. Pixmania, toko elektronik terbesar di Eropa, mengaku tidak lagi memiliki stok mesin faks banyak-banyak.
  2. Telepon rumah. Seperempat rumah di Amerika Serikat sudah memutus telepon rumah dan 50 persen orang yang berumur 25-29 sudah memiliki ponsel.
  3. Pager. Ternyata pager masih ada dan orang-orang dalam bidang medislah yang paling banyak memakai. Akan tetapi, permintaan akan barang penerima pesan singkat ini semakin menipis. Tinggal tunggu waktu saja sebelum punah.
  4. Pemutar DVD. Karena harga film berdefinisi tinggi terus turun, keping DVD semakin ditinggalkan. Lagipula, keping film HD, seperti Blu-ray, tidak bisa diputar di pemutar DVD.
  5. Proyektor film. Di Amerika Serikat, sudah 16 ribu layar film digital, lebih dari 5.000 bisa dipakai nonton film 3 dimensi. Proyektor digital bisa menampilkan gambar lebih bersih dan lebih tajam ketimbang proyektor film (atau sebut juga proyektor analog). Lagipula, banyak studio sudah menggunakan format digital untuk memangkas ongkos produksi film dan ongkos kirim gulungan film yang ukurannya besar ke bioskop-bioskop.
  6. Mouse komputer. Dengan jari, orang bisa memperbesar atau memperkecil gambar, orang bisa menyentuh tombol untuk menerbitkan tulisan di blog, dan kebisaan-kebisaan lain.
  7. Charger ponsel. Sudah ada tuh charger tanpa kabel. Cukup colok charger itu ke listrik, letakkan perangkat di atasnya, baterai terisi.
  8. Kartu kredit. Menurut First Data, sebuah perusahaan pembayaran, semua isi dompet dapat dimasukkan ke dalam ponsel yang memiliki RFID (radio-frequency identification). Jadi, orang membayar cukup dengan mendekatkan ponsel ke dalam sebuah mesin pembayaran.
  9. TV plasma. Teknologi LCD yang ditambah dengan teknologi LED yang hemat energi membuat TV plasma harus siap-siap pensiun.
  10. Pembaca buku elektronik. Munculnya iPad, pembaca buku elektronik sekaligus perangkat berinternet, main game, dengar musik, menonton video, dan fungsi lain, membuat pembaca buku sederhana seperti milik Amazon akan punah.
  11. iPod. Wow! Perangkat populer dari Apple ini dikanibal oleh adiknya, iPad.
Senin, November 08, 2010 | 0 komentar | Read More

Asal usul simbol-simbol komputer?

Written By Vapor Voyager Saputra on 03 November 2010 | Rabu, November 03, 2010


Sudah kenal dengan simbol @ yang sering disebut “at”, “a keong”, atau sebutan lain, kan? Dari mana sih sebetulnya simbol itu dan simbol-simbol lain yang sering dipakai dalam dunia komputer berasal?

Pada saat Perang Dunia II para insinyur mengartikan angka 0 sebagai  “mati” dan 1 sebagai “nyala”. Tahun 1973, International Electrotechnical Commission membuat logo berupa lingkaran yang ditusuk oleh garis, untuk menunjukkan keadaan siaga (stand by). Lalu, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) menganggap logo itu tak menggambarkan arti sebenarnya. IEEE lalu membuat logo itu mengacu pada tombol daya.
Para pengembang Mac sedang berembuk untuk membuat sebuah tombol spesial, tombol Command. Tadinya, tombol itu akan memakai logo Apple. Tapi, Steve Jobs kurang suka. “Terlalu banyak logo Apple di layar. Saya blenger!,” Andy Hertzfeld, salah satu pengembang Mac, mengutip Jobs pada saat bercerita kepada Popsci. Seorang artis digital Susan Kare melihat-lihat simbol-simbol internasional dan pandangannya jatuh kepada sebuah simbol yang menandakan ada atraksi di tempat berkemah. Simbol itu juga dikenal sebagai “perulangan Gorgon” dan dalam standar Unicode, arti simbol itu adalah “tempat simbol-simbol menarik”.
Ada raja dari Denmark yang juga dikenal sebagai ahli buah arbei biru–salah satu giginya berwarna biru–bernama Harald Blåtand. Logo Bluetooth yang dipakai saat ini merupakan perpaduan dari inisialnya. Blåtand juga terkenal karena menyatukan berbagai kepentingan politik dari kelompok yang sekarang dikenal dengan nama Norwegia, Swedia, dan Denmark. Seperti halnya fungsi Bluetooth saat ini: menghubungkan beberapa alat agar dapat berkomunikasi.
Logo USB seperti trisula, betul? Memang dari situlah idenya. Toh perangkat USB, seperti flash disk dan modem, juga ditusukkan seperti trisula. Bedanya, kalau ketiga ujung trisula berbentuk segitiga, ketiga ujung logo USB terdiri dari lingkaran, segitiga, dan segiempat. Ketiga bentuk itu menandakan kalau USB bisa dipakai oleh berbagai periferal.
Tombol Play memang tidak asli berasal dari komputer. Tombol ini ditambahkan ke keyboard sebagai fungsi multimedia. Pada tahun 1960-an, logo segitiga ini dipakai sebagai simbol tape deck. Arah segitiga menunjukkan arah putaran pita kaset.
Ada yang bilang simbol Pause ini merupakan modifikasi simbol Stop yang dibelah. Tahu kan kalau simbol Stop adalah bujur sangkar? Pendapat lain menyebutkan kalau tombol Stop ini berasal dari salah satu simbol dalam bagan elektronika, yakni simbol yang menunjukkan hubungan terbuka. Ada juga yang berpendapat kalau simbol berupa dua garis itu berasal dari notasi musik, penggalan (caesura).
Logo siaga (stand by) yang dibentuk dari angka 0 dan 1 dipakai untuk simbol tombol daya–di awal artikel sudah disebut. Nah, IEEE merasa bertanggung jawab mencari tombol baru sebagai logo siaga. Dapatlah simbol bergambar bulan. IEEE pun mengubah istilah “siaga” menjadi “tidur” alias sleep.
Simbol @ dipakai oleh para akuntan pada tahun 1885 sebagai singkatan dari “at the rate of”. Mundur lagi ke masa lampau, konon para biksu telah memakai simbol ini untuk pengganti kata “di” atau “kea arah”. Simbol ini dipakai dalam dunia komputer ketika seorang Raymond Tomlinson, programmer dari Bolt, Beranek & Newmann menggunakannya untuk memisahkan nama komputer (yang sudah terhubung ke jaringan) dari penggunanya.
Tahun 1995, para pengembang di Apple sudah selesai mendesain FireWire. Tapi, mereka belum mendapatkan simbol yang tepat untuk menggambarkan fungsi FireWire yang menawarkan kecepatan tinggi untuk perangkat audio dan video. Setelah beberapa saat, mereka berhasil membuat simbol yang memiliki tiga cabang. Ketiga cabang itu mewakili video, audio, dan data. Awalnya simbol FireWire berwarna merah, tapi tanpa alasan yang jelas, warna simbol berubah jadi kuning.
Simbol ini disebut “bola pantai” yang menandakan “kematian” (spinning beach ball of death–SBBOD). Inilah logo yang muncul di Mac ketika ada sebuah program yang hang. Apple secara resmi menyebutnya sebagai “spinning wait cursor”. Asal mula simbol yang dipakai di kursor ini masih jadi misteri. Tapi, bila dirunut, simbol ini merupakan evolusi simbol yang lebih dulu dipakai Apple, yakni simbol jam tangan.
Menurut desainernya, David Hill dari IBM, simbol ethernet menggambarkan adanya jaringan komputer yang sedang aktif. Kotak-kotak dalam simbol tersebut, yang disusun tanpa hierarki, menyimbolkan komputer-komputer yang terhubung dalam jaringan.
Sumber: Popsci
Gambar-gambar: Popsci
Rabu, November 03, 2010 | 0 komentar | Read More

Asus Optimistis Duduki Peringkat 3 Ponsel Android Trisno Heriyanto - detikinet

Written By Vapor Voyager Saputra on 31 Oktober 2010 | Minggu, Oktober 31, 2010


Jakarta - Meski baru saja memijakkan kaki di ranah ponsel Android, namun Asus optimistis bisa menduduki peringkat tiga untuk penjualan ponsel pintar tersebut.

Asus memang terbukti sukses di ranah penjualan komponen komputer atau pun netbook. Nah mengaca dari hal tersebut, pabrikan asal Taiwan itu mulai mencoba peruntungan di bisnis ponsel pintar.

Meski sudah beberapa kali menggelontorkan ponsel dengan fitur ciamik, namun Asus baru saja mulai meminang sistem operasi Android. Tidak tanggung-tanggung, pada kedua produk barunya yang bertajuk A10 dan A50 Asus membenamkan aplikasi peta besutan Garmin untuk bernavigasi.

Meski baru memulai debutnya di ranah ponsel Android, namun Asus optimistis bahwa produknya bakal laku keras di pasaran.

"Target kami menjadi nomer 3 untuk penjualan ponsel Android di Indonesia, dengan sekitar 65 persen penjualan terdapat di Jakarta," ujar  Willy Halim, Country Manager Asus Indonesia, dengan penuh percaya diri di Four Season Hotel, Rabu (27/10/2010).

Garmin-Asus A10 dan A50, merupakan ponsel Android yang diperkaya dengan aplikasi peta besutan Garmin. Kedua ponsel tersebut rencananya bakal dilepas ke pasaran pada kisaran harga Rp 3,799,000 (untuk A10) dan Rp 3,499,000 (untuk A50).
( eno / ash )
Minggu, Oktober 31, 2010 | 0 komentar | Read More

ZTE Double Bisa Ditekuk 360 Derajat by detik

Written By Vapor Voyager Saputra on 20 Oktober 2010 | Rabu, Oktober 20, 2010



Beijing - ZTE Corporation coba membuat ponsel yang fleksibel bagi penggunanya. Fleksibel dalam arti bisa ditekuk sedemikian rupa, bahkan hingga 360 derajat.

ZTE Double -- demikian nama produk itu -- sejatinya merupakan ponsel berbentuk flip berlayar sentuh. Namun produk yang masih sebatas concept phone ini memiliki kemampuan berbeda ketika berubah bentuk.

Misalnya, ketika direntangkan selebar 180 derajat, maka Double akan berfungsi sebagai charging dengan menyerap energi dari panas matahari.

Double memang diusung menjadi ponsel ramah lingkungan. Selain mendayai diri dengan panas matahari, perangkat ini juga menggunakan bahan material daur ulang dan tak membuat polusi.

Perubahan bentuk selanjutnya adalah ketika Double ditekuk hingga 360 derajat. Nah, dalam kondisi ini ponsel masa depan tersebut bisa digunakan pengguna untuk keperluan berinternet dan membaca di layar sentuhnya yang mulus.

Dalam demo yang disaksikan detikINET, pengguna tinggal memainkan jemari mereka untuk berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Begitu mulus.
Rabu, Oktober 20, 2010 | 0 komentar | Read More

Coolpad N930, Android 1 Ghz dari China

Written By Vapor Voyager Saputra on 01 Oktober 2010 | Jumat, Oktober 01, 2010


Coolpad N930 (ist)

Jakarta - Meski kerap memasok barang untuk vendor ternama, namun China tetap identik dengan citra ponsel murah. Nampaknya, citra murahan kali tidak berlaku bagi ponsel N930 ini, sebuah smartphone Android besutan vendor China, Coolpad.

Handset yang bakal dipamerkan di Beijing Telecomunication Exhibition ini sekilas memiliki bodi dan jeroan kelas tinggi. Bahkan mungkin bisa diperbandingkan dengan handset Android besutan merek-merek mapan.

Coolpad N930 memiliki prosesor 1 Ghz, sekelas dengan smartphone high end yang edar saat ini. OS Android yang dipakainya adalah versi 2.1 dan dijanjikan bisa upgrade ke versi 2.2 atau Froyo.

Beberapa fitur kunci N930 adalah layar ASV (Advanced Super View) LCD 3,5 Inch jenis kapasitif. Teknologi layar ASV dijanjikan membuat respon layar sentuh lebih cepat dan kontras warna lebih tinggi.

Dari sisi bodi, Coolpad N930 terlihat mantap. Seperti dilansir Softpedia dan dikutip detikINET, Jumat (30/9/2010), bahan bodi ponsel adalah titanium yang konon kuat dan lebih tahan karat.

Ponsel yang belum disebut berapa harganya ini niatnya akan dipasarkan pada tahun 2011. Semoga saja performanya memang bagus, sesuai dengan spesifikasi yang terlihat mantap di atas kertas.
Jumat, Oktober 01, 2010 | 0 komentar | Read More

Last Post

SiteCompInfo