LinksOut

http://bacelzone.com/ http://www.woothemes.com http://www.masterwebnet.com

Trafic

 

Internet Sehat

About Me

Foto Saya
Vapor Voyager Saputra
slamat datang... semoga blog ini dapat bermanfaat bagi anda
Know More...

Followers

Sample Text

Looking for something ?

Tampilkan postingan dengan label gadjet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gadjet. Tampilkan semua postingan

Samsung Umumkan 3D TV 70 inci Ultra Definition

Written By Vapor Voyager Saputra on 27 November 2010 | Sabtu, November 27, 2010

Samsung Electronic tidak main-main dalam mengembangkan produk televisinya menjadi semakin terdepan. Produsen elektronik asal Korea Selatan ini telah mengumumkan panel LCD 70 inci yang menggunakan teknologi Oxide Semiconductor dan mendukung tampilan 3D Ultra Definition (UD) pada refresh rate 240Hz.
Penggunaan teknologi TFT semikonduktor ini menggantikan teknologi konvensional TFT berbasis silikon dan memungkinkan televisi untuk mendukung resolusi 8m, yang berarti empat kali lebih besar dari resolusi Full HD saat ini.
Samsung juga mengatakan, kedepannya layar generasi terbaru nanti malah dapat mendukung refresh rate 480Hz dengan kaca 3D yang telah ditingkatkan. Display unit televisi ini akan dipamerkan Samsung saat acara FPD (Flat Panel Display) Internasional 2010 pada 10-12 November nanti.
Belum ada informasi mengenai tanggal peluncurannya, begitupun dengan kocek yang harus dirogoh untuk televisi 70 inci tersebut.

via samsunghub
Sabtu, November 27, 2010 | 0 komentar | Read More

Update Android 2.1 Telah Bergulir untuk Jajaran Xperia X10

Written By Vapor Voyager Saputra on 25 November 2010 | Kamis, November 25, 2010

Pengguna Sony Ericsson Xperia X10 di Indonesia akhirnya kedapatan update Android 2.1 eclair. Seluruh pengguna jajaran Xperia X10 baik mini dan mini pro dapat mengunduh update software pada situs web Sony Ericsson.
Update tersebut memberikan ponsel Xperia X10 berbagai fitur terbaru dalam hal kecepatan dan fungsi, seperti:
  • Merekam konstan autofokus kamera HD untuk hasil video terjernih.
  • Buku telepon sosial yang otomatis menyesuaikan kontak pengguna dengan foto dan updates
  • Timescape telah ditingkatkan agar pengguna dapat berkomunikasi mudah dengan teman melaluk jejaring sosial favorit.
Selain update OS menjadi  Android 2.1 eclair, semua ponsel pintar Xperia X10 di Indonesia kini akan menawarkan perekam video yang diperbarui, tampilan antarmuka, serta fungsi dari Timescape.
  • Layar Muka Lebih Besar: Kini XperiaTM X10 menawarkan layar muka dengan lima panel bukannya tiga, sehingga dapat menyediakan 20 ikon dibandingkan sebelumnya yang hanya 16. Nikmati fleksibilitas memiliki ruangan untuk mengatur aplikasi-aplikasi favorit Anda, widgets, shortcuts dan folder dengan mudah.
  • Konstan auto-focus & perekam video HD: Sekarang fungsi auto-focus diperbaharui sehingga menjadi lebih jelas dan responsive, yang terbaik di kelasnya dalam pengalaman merekam dengan kamera HD.
  • Buku Telepon Sosial: Secara otomatis menyesuaikan FacebookTM, TwitterTM dan nomor kontak ponsel dengan foto-foto, aplikasi tersebut akan menunjukkan kapan teman-teman Anda sedang online dan apa yang sedang mereka kerjakan dengan satu interface yang mudah digunakan.
  • Fungsi TimescapeTM yang telah ditingkatkan: Penelusuran secara otomotais status terbaru dalam jejaring sosial dan daya responsif yang ditingkatkan, menciptakan user experience yang lebih akan TimescapeTM.
  • User Experience yang ditingkatkan: Fungsi-gungsi baru dan dunia aplikasi dari Android™ Market dalam sentuhan jari Anda.

Sony Ericsson
Kamis, November 25, 2010 | 0 komentar | Read More

Update iOS 4.2 Jadikan iPad Perangkat Bisnis yang Handal

Written By Vapor Voyager Saputra on 21 November 2010 | Minggu, November 21, 2010

Kehadiran iOS 4.2 sudah semakin dekat, tentu merupakan kabar baik bagi iPad yang saat ini masih menggunakan iOS versi 3.22. Update os versi terbaru ini malah dikabarkan dapat membuat iPad menjadi perangkat bisnis yang semakin handal. Mengapa demikian? Berikut alasannya:
  • Folder - Dengan hampir 300.000 aplikasi yang tersedia, lebih dari 40.000 aplikasi khusus iPad, tentu membuat penggunanya membutuhkan pengaturan folder agar semakin memudahkan mencari aplikasi yang diperlukan. Aplikasi yang berguna membutuhkan pengaturan yang tepat.
  • Multitasking - Nilai perlunya multitasking pada iPad lebih besar dibandingkan pada iPhone yang memiliki layar kecil. iPad yang digunakan untuk produktifitas semakin bisa menggantikan notebook dan netbook. Pengguna dapat mengganti antara aplikasi, pencarian informasi di web, penampil data dari spreadsheet, dan menulis laporan tanpa perlu membuka aplikasi dari awal setiap kali pindah aplikasi, tentu multitasking ini sangat diperlukan.
  • Email - Dengan adanya unified inbox pada iOS 4.2, membuatnya pengaturan email menjadi semakin efisien bagi pengguna yang memiliki banyak akun email. Daripada harus secara manual melihat satu-persatu akun email yang ada, lebih baik digabungkan semua menjadi satu inboks bukan.
  • Dukungan enterprise - banyak pebisnis yang mulai mengadopsi iPad, tapi salah satu kelemahan ipad ada pada fitur keamanan datanya. iOS 4.2 akan menghadirkan fitur keamanan baru, tools pengaturan perangkat, dan integrasi yang membantu admin IT untuk mengontrol dan melindungi tablet dari linkungan jaringan bisnis.
  • Dukungan internasional : iOS 4.2 membawa berbagau bahasa yang sering digunakan selain bahasa Inggris yang sudah digunakan luas, terutama bahasa mandarin dan spanish yang juga telah banyak digunakan orang. Terdapatnya opsi kamus akan membuat tablet ini menjadi perangkat bisnis yang bernilai untuk pengguna non berbahasa inggris.
Akankah dominasi iPad semakin tidak terbendung? Sebab selain kompetitornya yang melakukan inovasi, tentu Apple juga semakin melakukan inovasi. Tunggu saja kedatangan iOS 4.2 besok hari atau mungkin minggu depan.

via pcworld
Minggu, November 21, 2010 | 0 komentar | Read More

T-Mobile Vibe, Ponsel Pintar QWERTY Murah untuk Pecinta Facebook

Written By Vapor Voyager Saputra on 19 November 2010 | Jumat, November 19, 2010

Operator T-Mobile di Inggris baru saja meluncurkan Vibe, handset dari ZTE yang dibuat untuk pecandu jejaring sosial. Handset ini memakai papan ketik QWERTY geser dan layar sentuh 2,8 inci dan dijual di Inggris dengan harga hanya £39.99 (sekitar 500 ribu rupiah).
Vibe merupakan handset lanjutan dari Vairy Touch dan dijual untuk pemakaian prabayar. Cara ini berbeda dengan kebanyakan penjualan handset di Inggris yang biasanya menjual handset dengan kontrak pascabayar. Dengan cara ini pengguna bisa memilih tingkat pemakaian yang diinginkan setiap bulannya.


Spesifikasi:
  • Waktu siaga hingga 6 jam
  • Waktu bicara hingga 390 menit
  • Memori internal 15MB
  • SMS/MMS.
  • GPRS
  • Memori SD-card 2GB
  • Kamera 2MP
  • Perekam dan pemutar video
  • Layar 262 ribu warna
  • GSM Dual band
  • Bluetooth
  • Radio FM
  • Pemutar MP3
  • Dimensi 109 x 53 x 15mm
  • Berat 95g
Vibe tersedia dalam warna hitam dan pink. Belum diketahui apakah ZTE akan memasarkan produk ini di Indonesia.
Via Techradar
Jumat, November 19, 2010 | 0 komentar | Read More

Sebelas teknologi yang mendekati punah

Written By Vapor Voyager Saputra on 08 November 2010 | Senin, November 08, 2010


Ketika baca judul berita di LiveScience itu, saya sudah menerka teknologi yang masuk kategori “sebentar lagi” alias tak lama lagi tak terpakai. Salah satu tebakan saya adalah telepon rumah yang ternyata betul. Pager (alias beeper) yang saat ini saya kira sudah punah ternyata masih masuk daftar. Yang bikin saya kaget, ada chargerponsel, mouse komputer, dan–ini nih–iPod!
Berikut ini kesebelas teknologi yang didaftarkan Samantha Murphy, penulis senior dari TechNewsDaily.
Gambar: www.privateline.com
  1. Mesin faks. Karena adanya e-mail, ponsel pintar, serta teknologi layar sentuh yang bisa bikin orang membubuhkan tanda tangan digital, mesin faks pun tergusur. Pixmania, toko elektronik terbesar di Eropa, mengaku tidak lagi memiliki stok mesin faks banyak-banyak.
  2. Telepon rumah. Seperempat rumah di Amerika Serikat sudah memutus telepon rumah dan 50 persen orang yang berumur 25-29 sudah memiliki ponsel.
  3. Pager. Ternyata pager masih ada dan orang-orang dalam bidang medislah yang paling banyak memakai. Akan tetapi, permintaan akan barang penerima pesan singkat ini semakin menipis. Tinggal tunggu waktu saja sebelum punah.
  4. Pemutar DVD. Karena harga film berdefinisi tinggi terus turun, keping DVD semakin ditinggalkan. Lagipula, keping film HD, seperti Blu-ray, tidak bisa diputar di pemutar DVD.
  5. Proyektor film. Di Amerika Serikat, sudah 16 ribu layar film digital, lebih dari 5.000 bisa dipakai nonton film 3 dimensi. Proyektor digital bisa menampilkan gambar lebih bersih dan lebih tajam ketimbang proyektor film (atau sebut juga proyektor analog). Lagipula, banyak studio sudah menggunakan format digital untuk memangkas ongkos produksi film dan ongkos kirim gulungan film yang ukurannya besar ke bioskop-bioskop.
  6. Mouse komputer. Dengan jari, orang bisa memperbesar atau memperkecil gambar, orang bisa menyentuh tombol untuk menerbitkan tulisan di blog, dan kebisaan-kebisaan lain.
  7. Charger ponsel. Sudah ada tuh charger tanpa kabel. Cukup colok charger itu ke listrik, letakkan perangkat di atasnya, baterai terisi.
  8. Kartu kredit. Menurut First Data, sebuah perusahaan pembayaran, semua isi dompet dapat dimasukkan ke dalam ponsel yang memiliki RFID (radio-frequency identification). Jadi, orang membayar cukup dengan mendekatkan ponsel ke dalam sebuah mesin pembayaran.
  9. TV plasma. Teknologi LCD yang ditambah dengan teknologi LED yang hemat energi membuat TV plasma harus siap-siap pensiun.
  10. Pembaca buku elektronik. Munculnya iPad, pembaca buku elektronik sekaligus perangkat berinternet, main game, dengar musik, menonton video, dan fungsi lain, membuat pembaca buku sederhana seperti milik Amazon akan punah.
  11. iPod. Wow! Perangkat populer dari Apple ini dikanibal oleh adiknya, iPad.
Senin, November 08, 2010 | 0 komentar | Read More

Acer Stream, Inilah Android Papan Atas Acer

Written By Vapor Voyager Saputra on 01 November 2010 | Senin, November 01, 2010




Jakarta - Setelah hadir dengan seri Liquid E, Acer kembali mengusung ponsel Android terbarunya bernama Acer Stream. Berbeda dengan Liquid E, Stream memang ditujukan untuk pasar high end. Dengan hadirnya produk ini, Acer sebagai pemain baru di pasar smartphone jadi terasa lebih matang.

Hadir dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 1Ghz serta RAM 512 MB, produk ini menjadi salah satu ponsel Android terbaik yang dimiliki Acer saat ini. Elemen tambahan berupa memori flash internal 2 GB membuatnya cocok mengunduh beragam aplikasi di Android Market.

Ditilik dari OS nya, secara default Stream masih menggunakan Android versi 2.1 (Eclair). Namun dalam beberapa bulan lagi, Acer Stream dapat ditingkatkan ke Android 2.2 (Froyo). Secara sekilas, saat diamati desain produk ini mirip dengan HTC Desire, jika logo Acer di bagian tengahnya ditutup. Secara umum ponsel ini terlihat sangat kokoh dan tipis.

Berbicara soal HTC, vendor asal Taiwan tersebut memiliki User Interface (UI) yang sangat menawan bernama Sense. Nah, rupanya Acer tak mau kalah dengan HTC Sense. Selain memiliki UI bawaan Android, Acer Stream hadir dengan UI sendiri bernama Acer UI 4.

500-1

Widget Mengasyikan, UI Sedikit Ribet

Langkah Acer dalam menghadirkan UI sendiri ini boleh diacungi jempol sebagai pemain baru di ranah ponsel pintar. Sayangnya, kesan pertama UI Acer ini justru terlihat sedikit ribet. Secara default terdapat tiga tab pada home screen Acer Stream.

Tab pertama bagian tengah, memiliki ikon-ikon aplikasi utama seperti phone, contact, browser, serta Android Market. Geser ke kanan, pengguna akan menemui galeri foto, video dan musik dengan tampilan yang bisa digeser-geser. Sementara terobosan baru hadir saat pengguna menggeser home screen default ke kiri. Acer membubuhkan historyaplikasi dengan tampilan yang bisa digeser-geser pula.

Geser tab bagian bawah ke atas, maka seluruh ikon aplikasi akan muncul. Sayangnya tidak secara penuh. pada tampilan tersebut, halaman tab masih dibagi dua. Lajur bagaian terdiri dari dua baris untuk ikon-ikon utama yang tidak bisa digeser, sementara bagian bawah ada empat lajur untuk tampilan semua ikon.

Tak hanya itu, Acer Stream hadir dengan widget yang muncul bila tombol home ditekan lama. Pengguna pun bisa menambahkan suatu widget baru di dalamnya. Tampilan widget ini menjadi nilai plus tersendiri bagi Acer. Namun jika dilihat secara keseluruhan, bentuk UI Acer ditambah adanya widget justru tampak membingungkan jika dibanding Samsung Galaxy S, HTC, atau iPhone.


500-32 

Messaging Dengan Acer Stream


Berinteraksi dengan jejaring sosial atau messaging seperti email, sms, facebook, twitter, atau foursquare dengan Acer Stream terasa lebih menyenangkan dibanding menggunakan Acer Liquid E. Dengan bentuk mirip HTC Desire berlayar sentuh kapasitif sebesar 3,7 inchi, ponsel ini terasa nyaman dan responsif saat dimasukan saku dan digunakan secara cepat untuk mengupdate status.

Satu lagi, nilai plus produk ini adalah layar anti goresnya. Saat detikINET mencoba menggores layarnya dengan sebuah kunci logam, terbukti tak ada bekas luka pada displaynya.

Pengalaman mengetik menggunakan keypad virtual produk ini tampak tak memiliki banyak kendala karena ponsel ini berlayar lumayan lega 3,7 inchi. Sayangnya saat digunakan untuk mengetik dalam posisi portrait, pengguna berjari-jari besar masih sedikit kesusahan. Terlebih untuk tombol spasinya. Masih jauh lebih nyaman menggunakan mode landscape.


500-2

Jeroan dan Performa Acer Stream

Acer Stream memiliki konektivitas 3G, Wifi, serta GPS dengan tampilan layar lumayan lega sebesar 3.7 inchi. Mengsung AMOLED screen beresolusi 800x480 pixel produk ini tampak bening saat digunakan untuk menyaksikan atau merekam video HD 720p.

Sama seperti ponsel-ponsel Android papan atas lain, produk ini juga hadir dengan koneksi HDMI serta kamera sebesar 5 megapixel.  

Kualitas kamera Acer Stream tergolong biasa saja. Saat dijajal detikINET mengambil gambar di outdoor, tampaknya tak terlalu memiliki masalah. Namun saat digunakan untuk mengambil gambar di indoor dengan kondisi pencahayaan minim, kualitas kamera ini tegolong buruk. Apalagi Acer Stream tidak didukung dengan flash yang memadai.  

Walau hadir tanpa dibekali flash, namun kamera Acer Stream telah dilengkapi autofokus. Untuk urusan perekaman video, kualitas 720p yang ditawarkannya merupakan nilai plus tersendiri. Ada beberapa opsi yang cukup baik seperti pilihan resolusi foto, white balance, brightness and contrast, timer, macro mode, anti-shake, ISO, serta beberapa efek yang cukup menarik.


Multimedia

Acer Stream bisa dibilang sebagai ponsel Android yang memiliki fitur multimedia cukup bagus. Hal ini tampak dari kemudahan akses fitur multimedia melalui homescreen depan. Tidak terlalu ribet untuk menikmati konten musik atau video. Ditambah lagi Acer Stream memiliki nemoPlayer yang disainnya cukup enak dilihat karena kaya akan grafis.

Dari pengamatan detikINET, nilai plus dari fitur multimedia ponsel papan atas Acer ini salah satunya terletak pada aplikasi trackID bernama MusicA. Saat beberapa ponsel Android lain membawa Shazam dalam bentuk trial, MusicA hadir secara gratis seumur hidup. Saat mendengar radio, MusicA pun bisa langsung mendeteksi jenis lagu yang dimainkan.

Saat digunakan untuk memainkan video, detikINET sekali lagi mengapresiasi kemampuan pemutaran video yang diusungnya. Walau beberapa ponsel Android memang bisa memainakn video HD 720p, beberapa dari mereka tak dapat menghandle video dengan birate tinggi secara baik. Nah, hal itu tak terjadi pada Acer Stream. Saat memainkan video 720p dengan bitrate 6000-an, ponsel ini masih lancar berjalan tanpa patah-patah sedikitpun.



Spesifikasi umum:


  • Prosesor:  Qualcomm Snapdragon 8250, 1 GHz
  • OS : Android 2.1 (Eclair)
  • Layar: 3,7 inci WVGA AMOLED
  • Memori: RAM 512 MB / ROM 512 MB
  • Internal memori: 2 GB
  • Port: micro USB, mini HDMI, jack audio 3.5mm
  • Baterai: Li Ion 1400 mAH
 
Senin, November 01, 2010 | 0 komentar | Read More

Asus Optimistis Duduki Peringkat 3 Ponsel Android Trisno Heriyanto - detikinet

Written By Vapor Voyager Saputra on 31 Oktober 2010 | Minggu, Oktober 31, 2010


Jakarta - Meski baru saja memijakkan kaki di ranah ponsel Android, namun Asus optimistis bisa menduduki peringkat tiga untuk penjualan ponsel pintar tersebut.

Asus memang terbukti sukses di ranah penjualan komponen komputer atau pun netbook. Nah mengaca dari hal tersebut, pabrikan asal Taiwan itu mulai mencoba peruntungan di bisnis ponsel pintar.

Meski sudah beberapa kali menggelontorkan ponsel dengan fitur ciamik, namun Asus baru saja mulai meminang sistem operasi Android. Tidak tanggung-tanggung, pada kedua produk barunya yang bertajuk A10 dan A50 Asus membenamkan aplikasi peta besutan Garmin untuk bernavigasi.

Meski baru memulai debutnya di ranah ponsel Android, namun Asus optimistis bahwa produknya bakal laku keras di pasaran.

"Target kami menjadi nomer 3 untuk penjualan ponsel Android di Indonesia, dengan sekitar 65 persen penjualan terdapat di Jakarta," ujar  Willy Halim, Country Manager Asus Indonesia, dengan penuh percaya diri di Four Season Hotel, Rabu (27/10/2010).

Garmin-Asus A10 dan A50, merupakan ponsel Android yang diperkaya dengan aplikasi peta besutan Garmin. Kedua ponsel tersebut rencananya bakal dilepas ke pasaran pada kisaran harga Rp 3,799,000 (untuk A10) dan Rp 3,499,000 (untuk A50).
( eno / ash )
Minggu, Oktober 31, 2010 | 0 komentar | Read More

BlackBerry Torch, Jawaban Atas Tantangan iPhone dan Android by detik

Written By Vapor Voyager Saputra on 23 Oktober 2010 | Sabtu, Oktober 23, 2010


Jakarta - Produk jawaban BlackBerry atas tantangan iPhone dan Android telah tiba. Namanya adalah BlackBerry Torch 9800 yang sekaligus hadir sebagai produk dengan BlackBerry OS 6 pertama.

Secara umum ada beberapa fitur tambahan yang membuat perangkat ini terasa berbeda dari handset-handset BlackBerry sebelumnya. Alhasil hal ini makin menjelaskan bahwa Torch merupakan produk yang hadir untuk 'menantang' kesaktian iPhone dan Android. Marilah kita simak beberapa poin-poin penting BlackBerry Torch. 


Desain dan Fitur

Dari bentuknya yang revolusioner, Torch merupakan perpaduan antara Storm dan Onyx yang hadir dengan kenyamanan layar sentuh dan keypad QWERTY slide fisik. Dengan bentuk tersebut, handset ini jadi terasa lebih panjang ukurannya jika dibanding iPhone 3GS, Samsung Galaxy S, atau HTC Desire.




Berbekal layar 3,2 inchi, produk ini memiliki ukuran layar sama besarnya dengan Strom -jika ditutup. Namun jika dibanding kompetitor lainnya, layar Torch masih tampak lebih kecil. Pasalnya iPhone terasa lebih lega dengan layar 3,5 inchi. Apalagi jika dibanding ponsel Android Samsung Galaxy S yang memiliki ukuran layar 4 inchi.



Yang membuat ponsel ini sedikit 'kurang' mungkin adalah prosesornya yang hanya 624 Mhz. Pasalnya beberapa smartphone super saat ini memiliki prosesor sebesar 1Ghz. Namun hal itu tak membuat performa Storm 'ngehang' saat digunakan secara multitasking.

BlackBerry tetap BlackBerry. Saat ponsel pintar lain berlomba-lomba megusung fitur perekaman video resolusi tinggi, Storm hanya memiliki kualitas perekaman VGA. Untungnya produk ini dibekali dengan kamera 5 megapixel serta 3G tethring 

Untuk urusan sisi kendali responsif, BlackBery merupakan salah satu ponsel pintar yang bisa diandalkan. Walau telah hadir dengan layar sentuh, namun ponsel ini tetap memilikitouchpad. Sedkit aneh memang saat kita belum biasa mengkombinasikan layar sentuh dan touchpad. Saat dirasakan detikINET, secara umum layar Torch lebih responsif tak seperti seri Storm II terdahulu. Cukup nyaman dan tidak perlu sedikit ditekan layaknya Storm.

Kemudian untuk urusan desain keypad, produk ini sedikit menyulitkan pengguna berjari-jari besar. Pasalnya desain slide yang diusungnya malah membuat produk ini terasa mengganjal saat digunakan untuk mengetik. Apalagi dengan jenis tonjolan keypad yang lebih datar ketimbang Onyx. Layaknya Storm, Torch pun hadir dengan virtual keypad yang terasa lebih nyaman.



Rasa Baru BlackBerry OS 6


BlackBerry OS 6 yang hadir dengan rasa baru merupakan penyempurnaan dari OS BlackBerry terdahulu. Nah, kesan pertama dari homescreen baru ini adalah ikon-ikon aplikasinya yang bisa  digeser ke atas dan ke bawah layaknya tampilan Android. 
blackberry-os-homescreen

Adapun untuk pengalaman multimedia pengguna, OS 6 dilengkapi tool universal search baru serta browser berbasis WebKit baru yang diklaim mampu me-render halaman web dengan cepat. Semua itu kian menambah performa BlackBerry saat menghandle halaman HTML.

Selain itu, OS 6 hadir dengan fitur multitouch. Mungkin ini adalah salah satu elemen dari jawaban BlackBerry akan tantangan iPhone dan Android. Dengan ini pengguna lebih asyik saat melakukan pinch to zoom pada foto, browser, ataupun maps.

Layaknya iPhone, tampilan BlackBerry OS 6 juga terasa smooth saat jemari menggeser ikon-ikon aplikasi, email, atau beberapa hal lainnya. Ini semua karena BlackBerry OS 6 menambahkan program bernama 'momentum' untuk menambah performa scrolling yang makin mulus.

Tampilan media player OS 6 ini juga tergolong baru. Cover depan album hadir menghiasi lagu-lagu yang didengarkan pengguna. Hal menambah nuansa baru dalam performa audio BlackBerry.

blackberry-os-6-media-player  

Performa Video dan Audio

Jika dibandingkan dengan iPhone dan Android, Torch dengan tampilan menu BlackBerry OS 6 nya tak kalah menarik. Walau secara umum ukuran layar menu Torch lebih kecil dari kedua kompetitornya, namun ponsel ini tetap enak saat digunakan untuk menyakiskan video streaming pada YouTube. 

Sayangnya saat dijajal, detikINET tak menemukan opsi untuk menyaksikan YouTube secara full HD layaknya beberapa ponsel pintar terkini. Saat pengguna membuka tampilan menu YouTube, mereka bakal langsung dibawa ke tampilan menu web YouTube.

Untuk urusan audio, sepertinya Torch masih sama kualitasnya seperti handset BlackBerry sebelumnya. Saat digunakan untuk mendengarkan file .mp3, rasanya suara musik yang keluar dari speaker handset ini sama renyahnya dengan BlackBerry Onyx.


Kesimpulan: Siapa Yang Cocok Menggunakan Torch?


BlackBerry selama ini memang memiliki reputasi sebagai handset kantoran. Dengan layanan BlackBerry Enterprise Server (BES), atau BlackBerry Internet Service (BIS)handset tersebut seolah memiliki kekuatan tersendiri bagi penggunanya. Jika sudah jelas posisinya, maka siapa lagi kalangan yang tepat menggunakan produk ini selain kelas korporat.

Walau bagaimanapun, di Indonesia tren penggunaan BlackBerry memang meningkat di kalangan muda. Hal itu membuat handset ini sangat nyaman digunakan untuk kebutuhan jejaring sosial. Apalagi handset bestan RIM tersebut memiliki BlackBerry Messenger (BBM) yang memiliki value tersendiri di kalangan muda-mudi.

Nah, sekarang tergantung kebutuhan mereka sendiri. Apakah BlackBerry Torch non-operator yang dibanderol sekitar Rp 6 jutaan tepat jika hanya digunakan untuk kebutuhan jejaring sosial ? Semua berbalik ke selera pengguna.


Kelebihan:
+ Blackberry OS 6
+ Layar Kapasitif
+ Sentuhan responsif

Kekurangan:

- Prosesor 624 Mhz Sedikit tanggung
- Resolusi Perekaman Video Hanya VGA


Spesifikasi:

- Prosesor    : 624 Mhz
- OS            : Blackberry OS 6
- RAM         : 512 MB
- Storage    : Internal 4 GB + Micro SD up to 32 GB
- Display     : Layar Kapasitif 3.2 inchi (360x480)
- Baterai     : Lithium Ion 1300mAh
- Kamera    : 5MP, 2X zoom, autofokus, face detection, image stabilization
Sabtu, Oktober 23, 2010 | 0 komentar | Read More

Last Post

SiteCompInfo